Cara belajar program otodidak (yang mudah?)
December 25, 2007
1. Mau membaca tulisan, artikel, dokumentasi, howto, atau bantuan (Help) berbahasa Inggris
2. Membaca source code atau meniru program-program sederhana
3. Mencoba dan Mencoba
4. Mengerjakan Proyek
Demikian pengalaman saya dalam belajar program secara otodidak. Apapun bahasa pemrogramannya, tidak pernah jauh dari cara-cara diatas. Untuk cara nomor 1, menurut saya adalah hal pokok. Mengingat bahwa bahasa pemrograman tidak dibuat oleh orang Indonesia.
Mau tidak mau harus membaca tulisan-tulisan bahasa Inggris meski sampai sekarang, saya belum bisa berbicara atau menulis dalam bahasa Inggris, membaca tetap harus dipaksakan.
Ketika menemukan dokumentasi yang berisi tulisan-tulisan yang cukup panjang, bagi yang malas seperti saya, tidak perlu dibaca semua. Kalau perlu, langsung mencoba contoh source code yang ada pada dokumen tersebut. Baru kemudian, pahami maksudnya dengan merujuk kembali ke dokumen tadi.
Menjadi seorang programmer tidak bisa dalam waktu instan. Harus banyak mencoba dan mencoba. Setiap menemukan permasalahan (matematis), coba pecahkan dengan program. Atau cara yang lebih efektif menguasai bahasa pemrograman: DENGAN KETERPAKSAAN.
Paksa diri Anda untuk mengerjakan sebuah proyek beneran. Setelah beberapa kali mencoba, beranikan diri Anda untuk mengerjakan proyek. JANGAN TAKUT!
Ketika sudah mentok!
Usahakan semuanya Anda kerjakan sendiri. Membaca tutorial, mencoba program, dan mengatasi error-error yang muncul. Karena pengalaman adalah guru yang terbaik.
Belajar dari kesalahan. Kan katanya, gak ada noda… gak belajar!
Namun, bila Anda seorang yang mudah menyerah, jangan berputus asa dulu. Anda bisa bertemu dengan banyak solusi.
5. Bertanya ke teman yang sudah bisa
6. Mencari di internet
7. Bertanya di milis atau forum
Cara nomor 5 adalah cara yang paling efektif. Bertanya kepada Guru atau Dosen sebenarnya lebih bagus, karena mereka lebih berpengalaman. Tapi, jika Guru atau Dosen tersebut sibuk, atau Anda malu bertanya, maka teman adalah alternatif utama. Banyak-banyaklah berteman dengan orang-orang yang “lurus…” ![]()
Berdasarkan pengalaman saya menjadi seorang pelajar maupun pengajar, teman (yang duduk disebelahnya, atau teman kos, atau teman sekelas) menjadi andalan.
Bagaimana jika teman “tidak mampu” mengatasi permasalahan Anda? siap-siap merogoh kocek! Beli buku, atau cari langsung di internet.
Jika Anda mencari di internet, maka teori nomor 1 akan diperlukan! Kecuali jika topik tersebut sudah banyak dikuasai oleh programmer-programmer Indonesia.
Alternatif terakhir, bertanya di milis atau forum. Menurut saya, cara seperti ini kurang efektif. Karena tidak semua orang langsung membaca email Anda. Kalaupun toH membaca, belum tentu memberikan jawaban (karena tidak tahu, atau MALAS). Jika memang Anda sudah bergabung dalam sebuah milis, sebaiknya cari terlebih dulu dalam arsip milis tersebut sebelum menanyakan permasalahan yang mungkin pernah ditanyakan oleh orang lain.
Demikian catatan kecil saya tentang belajar pemrograman. Semoga bermanfaat
@};-
Entry Filed under: Komputer. .
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed









1.
Jeep | December 26, 2007 at 8:36 am
tengkyu atas infonya,
artikel yang sangat bagus secara mencerminkan gw banget karena baru belajar program *masih CUPU*
2.
Rem | December 29, 2007 at 5:02 am
memang belajar secara otodidak jauh lebih sulit dengan belajar secara formal, tapi hasil yang dicapai tidak kalah bagus dengan yang formal karena secara otodidak kita lebih mengingat setiap permasalahan yang kita hadapai
3.
dRiveR^duduLs^ | December 31, 2007 at 4:38 pm
heehhehe
mantp bro,,, wa salaut atas saran nya,
maklum wa masih cupu bgt nich,,,,,,,,,,,,,,,,,, maklum gak kuliah di IT
lo adalah jawaban nya ,,,,,,,,,,,,,,
BISA BICARA BISA BUKTIKAN